Chorten Karpo
4.620 m2 Oktober. Kemah Chorten Karpo. Cerah, angin barat laut, minus 14 pagi ini.
Yudron,
Pelari berangkat sebelum gelap, jadi aku menulis cepat.
Garam sudah naik ke punggung yak di Tsabkha. Empat puluh ekor, enam penggembala, Ayah di depan. Kami turun ke selatan lewat Dromo La, seperti tiap tahun.
Dromo La tertutup. Longsor turun tiga hari lalu dan menimbun jalur dari kaki sampai bibir celah. Ayah naik sendiri untuk melihatnya. Dia pulang tanpa bicara.
Lungmara cuma punya enam celah ke selatan, semuanya di atas lima ribu meter, semuanya terbuka empat bulan setahun. Bulan keempat tinggal separuh.
Besok kami memutar ke timur, lewat Yakdzong. Jangan ceritakan longsornya pada Ibu dulu.
Dolkar
Dibawa Tenzin, pelari dari Tsabkha. Tiba di Serlung kira-kira 9 Oktober.
Ke Kemah Yakdzong, 4.910 mYakdzong
4.910 m6 Oktober. Kemah Yakdzong. Salju tipis sejak subuh, angin dari barat, minus 19.
Yudron,
Pagi ini tiga yak menolak berdiri. Bebannya berat sebelah, dan yak tahu lebih dulu dari kita.
Ayah menyuruhku memuat ulang sendiri. Tiap yak memikul dua beban, satu di tiap sisi pelana, dan selisihnya tidak boleh lebih dari tiga kilo. Garam paling berat, wol paling ringan. Timbangan yang miring membuat yak berbaring di salju.
Di atas lima ribu meter semuanya lambat. Mengikat satu tali saja, aku berhenti dua kali untuk bernapas.
Dolkar
Muat Yak
4.910 mPilih satu beban, lalu pilih yak. Beban turun ke sisi pelana yang masih kosong, kiri dulu lalu kanan. Pilih beban di timbangan untuk menurunkannya lagi. Panah kiri dan kanan berpindah di antara beban atau di antara yak. Escape membatalkan pilihan.






Drongpa, Karmo, dan Phurba berdiri dengan pelana kosong. Enam beban di salju.
Khamri La masih terbuka. Kafilah berangkat sebelum matahari tinggi. Yakdzong tinggal asap tipis di belakang kami, dan jalan ke Tsonag mulai menanjak.
Bila cuaca bertahan, kami di celah dalam enam hari.
Dibawa Tenzin. Tiba di Serlung kira-kira 13 Oktober.
Ke Kemah Tsonag, 5.210 m
Tsonag
5.210 m11 Oktober. Kemah Tsonag, danau hitam. Langit bersih di timur, dinding awan di barat, minus 23.
Yudron,
Danau ini beku sampai ke dasar, kata Ayah. Kami berjalan di tepinya supaya yak tidak tergelincir.
Yulsho La tertutup salju semalam. Dari sini kami melihat awan datang dari barat, berhenti di atas celah, lalu diam. Cuaca di sini berjalan. Kau bisa melihatnya datang dua hari sebelumnya.
Napas makin pendek. Dua puluh langkah, lalu berhenti. Yak juga begitu.
Ayah mau mencoba Khamri La. Orang di desa terakhir bilang ada bandit di sana.
Dolkar
Enam celah ke selatan
5.010 sampai 5.880 mDromo La, 5.880 m
Tertutup longsor sejak 29 September. Jalur kafilah kita tiap tahun, dan satu-satunya celah dengan desa di kedua sisinya.
Lhakar
5.480 m17 Oktober. Kemah Lhakar, batu putih. Cerah, angin keras dari barat laut, minus 27.
Yudron,
Bandit Khamri turun dari batu tiga hari lalu. Enam orang, ketapel dan pisau. Kami kehilangan satu yak dan dua karung garam.
Ayah memukul satu orang dengan tongkat sampai jatuh ke salju, dan sisanya lari. Di ketinggian ini orang tidak bisa berkelahi lama. Napas habis lebih dulu daripada marah.
Kami tidak lewat Khamri. Ayah bilang kita kembali ke Dromo La dan menggali.
Dolkar
Dibawa Tenzin, lewat jalur gembala. Tiba di Serlung kira-kira 26 Oktober.
Ke Kemah Dromo Barma, 5.760 m
Dromo Barma
5.760 m24 Oktober. Kemah Dromo Barma, di kaki longsor. Bersih, tanpa angin, minus 31.
Yudron,
Napasku pendek. Aku tulis singkat.
Longsornya setinggi empat rumah. Kami menggali jalur selebar satu yak. Tiga hari lagi, kata Ayah.
Pos di bawah celah masih buka, dan penjaganya mencatat setiap kafilah yang mau lewat. Tulis namamu juga. Aku mau kau yang pertama kulihat di sisi selatan.
Dolkar
Surat terakhir sebelum celah. Tenzin menunggu di pos.
Ke pos Izin Lintas, 5.760 m

Izin Lintas
5.760 mPos Dromo Barma mencatat siapa saja yang lewat musim ini. Playtest musim dingin dibuka Desember 2026 di PC, PS5, dan Xbox Series X|S.
Empat halaman di belakang setiap izin.
Ke Buku Izin Lintas, 4.500 m
