Dolkar berdiri di antara dua yak di celah gunung, syal wol merah karat menutup separuh wajahnya, menoleh ke arah angin

Dinding gunung es setinggi lebih dari tujuh ribu meter di bawah langit kobalt gelap. Sebuah kafilah yak berjalan seperti garis titik-titik di punggungan salju yang naik miring.

Lungmara

Lungmara, 1 Oktober4.500 m

Yudron, adikku.

Ajukan Izin Lintas

Playtest musim dingin Desember 2026.

Ke Kemah Chorten Karpo, 4.620 m
Kemah Chorten Karpo: tenda bulu yak hitam di samping chorten batu putih, karung garam bertumpuk, yak berbaring di salju, dan Dolkar menuntun satu yak ke kanan

Chorten Karpo

4.620 m

Yudron,

Pelari berangkat sebelum gelap, jadi aku menulis cepat.

Garam sudah naik ke punggung yak di Tsabkha. Empat puluh ekor, enam penggembala, Ayah di depan. Kami turun ke selatan lewat Dromo La, seperti tiap tahun.

Dromo La tertutup. Longsor turun tiga hari lalu dan menimbun jalur dari kaki sampai bibir celah. Ayah naik sendiri untuk melihatnya. Dia pulang tanpa bicara.

Lungmara cuma punya enam celah ke selatan, semuanya di atas lima ribu meter, semuanya terbuka empat bulan setahun. Bulan keempat tinggal separuh.

Besok kami memutar ke timur, lewat Yakdzong. Jangan ceritakan longsornya pada Ibu dulu.

Dolkar

Serlung: rumah batu berkapur putih beratap datar di lereng, kain wol merah karat dijemur, ladang jelai bertingkat di bawah salju tipis
Serlung, 4.300 m. Rumah kita yang ketiga dari atas.

Dibawa Tenzin, pelari dari Tsabkha. Tiba di Serlung kira-kira 9 Oktober.

Yakdzong

4.910 m

Yudron,

Pagi ini tiga yak menolak berdiri. Bebannya berat sebelah, dan yak tahu lebih dulu dari kita.

Ayah menyuruhku memuat ulang sendiri. Tiap yak memikul dua beban, satu di tiap sisi pelana, dan selisihnya tidak boleh lebih dari tiga kilo. Garam paling berat, wol paling ringan. Timbangan yang miring membuat yak berbaring di salju.

Di atas lima ribu meter semuanya lambat. Mengikat satu tali saja, aku berhenti dua kali untuk bernapas.

Dolkar

Muat Yak

4.910 m
Halaman muat di Kemah Yakdzong: dinding benteng batu runtuh di atas tanjung, tenda hitam di kiri, salju terinjak dengan tiga tempat kosong untuk yak

Drongpa, Karmo, dan Phurba berdiri dengan pelana kosong. Enam beban di salju.

Dibawa Tenzin. Tiba di Serlung kira-kira 13 Oktober.

Danau beku hitam di Tsonag dengan retakan putih, kafilah yak berpelana merah karat berjalan di tepi kanan, Dolkar di belakang menunduk melawan angin, dinding awan di balik punggungan

Tsonag

5.210 m

Yudron,

Danau ini beku sampai ke dasar, kata Ayah. Kami berjalan di tepinya supaya yak tidak tergelincir.

Yulsho La tertutup salju semalam. Dari sini kami melihat awan datang dari barat, berhenti di atas celah, lalu diam. Cuaca di sini berjalan. Kau bisa melihatnya datang dua hari sebelumnya.

Napas makin pendek. Dua puluh langkah, lalu berhenti. Yak juga begitu.

Ayah mau mencoba Khamri La. Orang di desa terakhir bilang ada bandit di sana.

Dolkar

Dibawa Tenzin. Tiba di Serlung kira-kira 19 Oktober.

Enam celah ke selatan

5.010 sampai 5.880 m

Dromo La, 5.880 m

Tertutup longsor sejak 29 September. Jalur kafilah kita tiap tahun, dan satu-satunya celah dengan desa di kedua sisinya.

Kemah Lhakar di lempeng batu kapur putih di bawah dinding es, dua tenda hitam di kiri, yak berkerumun membelakangi angin di kanan
Dolkar menuntun yak berbeban di punggungan salju setajam pisau, syal merah karat berkibar ke kiri
Trailer. Dolkar dan Karmo di punggungan Gongma.

Lhakar

5.480 m

Yudron,

Bandit Khamri turun dari batu tiga hari lalu. Enam orang, ketapel dan pisau. Kami kehilangan satu yak dan dua karung garam.

Ayah memukul satu orang dengan tongkat sampai jatuh ke salju, dan sisanya lari. Di ketinggian ini orang tidak bisa berkelahi lama. Napas habis lebih dulu daripada marah.

Kami tidak lewat Khamri. Ayah bilang kita kembali ke Dromo La dan menggali.

Dolkar

Dibawa Tenzin, lewat jalur gembala. Tiba di Serlung kira-kira 26 Oktober.

Dromo La tertimbun longsor: bongkah batu dan es pecah di antara dua menara batu hitam, Dolkar dan satu yak kecil di kaki timbunan

Dromo Barma

5.760 m

Yudron,

Napasku pendek. Aku tulis singkat.

Longsornya setinggi empat rumah. Kami menggali jalur selebar satu yak. Tiga hari lagi, kata Ayah.

Pos di bawah celah masih buka, dan penjaganya mencatat setiap kafilah yang mau lewat. Tulis namamu juga. Aku mau kau yang pertama kulihat di sisi selatan.

Dolkar

Surat terakhir sebelum celah. Tenzin menunggu di pos.

Pos penjaga di kaki celah: pondok batu kering dengan selimut wol merah karat di pintu, palang kayu melintang jalur, dan tumpukan batu pipih

Izin Lintas

5.760 m

Pos Dromo Barma mencatat siapa saja yang lewat musim ini. Playtest musim dingin dibuka Desember 2026 di PC, PS5, dan Xbox Series X|S.

Hanya untuk kabar playtest.

Platform

Data dipakai sesuai halaman Privasi di buku izin.

Empat halaman di belakang setiap izin.

Lungmara, trailer

Buka di YouTube